Kamis, 27 November 2014

4 dari 15 artikel = miniatur 2

Kereta Api Pertama Dipo Mojosari

  Saya menyukai dan hobi sekali dengan kereta api mulai sejak kecil dulu, entah karena sering pulang kampung dengan menggunakan kereta api atau memang karena sering melihat kereta api. Yang jelas, saya sangat menyukai kereta api. Waktu SD dulu, kalau ada orang jual mainan di depan gerbang sekolah, saya selalu membeli mainan kereta api. Maka tidak heran saat kecil dulu saya memiliki banyak mainan kereta api yang terbuat dari plastik dan digerakkan secara manual menggunakan tangan (namanya juga anak kecil hehehe). Hobi itu terus berlanjut sampai sebelum pindah ke Mataram, saya membeli mainan kereta api pertama saya yang menggunakan batrai (ada kemajuan hehe...). Sampai di Matarampun saya masih memainkan kereta api yang saya beli di Bekasi sampai setelah lulus SD saya pindah sekolah ke Pulau Jawa.
Awal saya kembali mencintai kembali kereta api adalah saat saya duduk di bangku kuliah semester dua. Saya kembali sering melihat dan naik kereta api. Setiap kali membuat tugas di internet, saya luangkan waktu sejenak untuk melihat-lihat gambar kereta api. Kebetulan suatu ketika saya melihat ada yang menjual mainan kereta api, meskipun saya belum begitu mengenal dunia perkeretaapian model, saya memutuskan untuk membeli kereta api yang mesih menggunakan batrai. Meskipun tidak berbentuk kereta api Indonesia, saya sudah merasa cukup senang dapat melihat si ular besi berjalan mengelilingi kamar kos saya. 
  Kereta mainan pertama yang saya beli waktu itu adalah merek Fenfa. Pembelian dua dus pertama ini juga merupakan pengalaman pertama saya menggunakan jasa transaksi online. Meskipun sedikit ragu, karena sudah terlanjur ingin maka tetap saja saya lakukan. Dan keraguan itupun terbayar setelah selang dua hari paket dari Jakarta tiba di Malang.
 
 Kereta Pertama saya merek Fenfa


























3 dari 15 artikel = miniatur kereta api

Miniatur Kereta Skala Kecil

   Sebermain di FF saya mesih menggunakan gerbong FF dengan skala paing kecil. Kelebihan dari kereta jenis ini adalah, tidak begitu memakan tempat, jadi dapat dimainkan dengan space yang terbatas. Namun kekurangan dari kereta jenis ini adalah, gerbongnya yang sering anjlok saat di tikungan jika digunakan untuk menarik rangkaian panjang. Bawaan pabrik dalam setiap kemasannya adalah dua gerbong baik barang ataupun penumpang. Perbedaannya dari jenis RK adalah, gerbong merek FF tergolong lebih panjang ketimbang gerbong RK. Untuk menyiasatinya biasanya saya menambahkan batrai kedalam gerbong agar lebih memiliki bobot dan dapat berjalan stabil.








15 artikel

Goyang Wesel Rangkaian Kereta Api Lodaya Lepas Stasiun Kutoarjo

         Selamat pagi sobat semua dan Salam Spoor...!!! Senang sekali saya dapat menyapa kembali sobat semua pada pagi hari ini. Jika pada postingan sebelumnya saya mengajak sobat semua untuk menyaksikkan rangkaian kereta api Taksaka pagi, maka seperti janji saya pula yang ada pada postingan sebelumnya dimana pada kesempatan kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk bersama-sama menikmati rangkaian kereta api Lodaya Pagi. Adapun rangkaian kereta api Lodaya Pagi ii masuk di Stasoun Kutoarjo dengan selisih waktu sekitar kurang lebih 15 menit dari rangkaian kereta api didepanny ayaitu Taksaka Pagi.


         Rangkaian kereta api ini sendiri tidak seperti rangkaian Taksaka, karena rangkaian Lodaya tidak berhenti di stasiun ini. Entah apa alasan dari rangkaian kereta api ini tidak berhenti di stasiun ini, namun jika saya menduga-duga sepertinya pada hari itu memang tidak ada calon penumpang yang naik dari stasiun tersebut. Meskipun tidak berhenti di stasiun, namun rangkaian kereta api ini tetap berjalan berlahan memasuki stasiun dari arah Timur menuju arah Barat. Rangkaian kereta api sendiri masuk di stasiun sama seperti rangkaian sebelumny ayaitu dtempatkan di jalur nomor 2.

         Jika rangkaian kereta api Taksaka Pagi tadi menggunakan lokomotif CC206 dengan warna cowhanger hitam. Maka rangkaian kereta api Lodaya Pagi ini juga menggunakan lokomotif seri CC206 dengan warna cowhanger merah. Yang mirip dengan rangkaian kereta api sebelumnya adalah, semua rangkaian kereta api yang masuk di stasiun ini dari arah Timur, maka rangkaian kereta api tersebut akan masuk di jalur nomor 2. Dan saat akan meninggalkan stasiun, hampir keseluruhan kereta api akan melakukan pindah wesel ke jalur yang berada paling Selatan.


          Maka hal tersebut juga termasuk rangkaian kereta api yang melakukan ritual goyang wesel di stasiun tersebut. Berjalan berlahan dan kemudian pindah wesel yang dilanjutkan dengan menambah kecepatan hingga tidak lagi tampak dari lokasi dimana kami berburu rangkaian kereta api ini. Dan pada postingan selanjutnya saya bersama dengan teman-teman Yogyakarta Railfans akan mengajak sobat semua untuk berburu rangkaian kereta api Fajar Utama Yogyakrata yang memang berjalan tepat dibelakang dari rangkaian kereta api Lodaya Pagi.

 
          Dan seperti pada tradisi biasanya, foto hasil perburuan si ular besi bisa sobat lihat di akhir tulisan pada artikel ini. Semoga beberapa kumpulan gambar yang sederhana tersebut dapat mengobati kerinduan sobat semua yang belum sempat berburu ataupun naik dan melihat kereta api. Selamat menikmati beberapa forto sederhana ini:












               Semoga sedikit tulisan yang sederhana ini dapat memberikan informasi yang sobat butuhkan, dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sobat semua yang telah berkenan untuk meluangkan waktunya guna mengunjungi Dipo Lokomotif Mojosari. Jangan lupa untuk tetap mengikuti saya pada tulisan yang akan hadir di artikel-artikel selanjutnya ya sobat sampai jumpa dan tetap semangat. Jaya Selalu Negeriku Indonesia dan Jaya Selalu Kereta Api Indonesia...!!!!

15 artikel

Persilangan Antara Rangkaian Kereta Api Argo Dwipangga Dengan Prambanan Ekspress di Stasiun Rewulu Yogyakarta

          Selamat pagi sobat semua dan Salam Spoor...!!!! Semoga pada pagi hari ini sobat semua selalu dalam keadaan sehat dan juga tetap bersemangat untuk menjalankan berbagai macam aktifitas yang ada pada hari ini. Jika pada bagian sebelumnya saya mengajak sobat semua untuk menikmati rangkaian kereta api Argo Wilis dengan spot dadakan, maka pada postingan kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk bersama-sama menikmati persilangan dua rangkaian kereta api yang berbeda. Yang mana satunya adalah rangkaian kereta api lokal dan satu lagi adalah kereta api reguler kelas eksekutif.


          Rangkaian kereta api lokal tersebut adalah kereta api Prambanan Ekspress yang sedang berjalan menuju ke arah Barat saling bersilangan dengan rangkaian kereta api Argo Dwipangga yang berjalan menuju ke arah Timur dengan tujuan akhir Stasiun Solo Balapan. Pada awalnya saya sendiri tidak mengetahui jiga akan ada persilangan antara dua kereta api sampai akhirnya saat saya melihat arah Timur disana terlihat rangkaian kereta api Prambanan Ekspress dengan warna khasnya yang seperti belalang tempur. Dan sedangkan pada bagian sebelah Barat juga terdengar samar-samar suara semboyan 35 dari sebuah lokomotif seri CC206.

            Dan ternyata saat saya mengintipnya ke arah Barat benar saja saya melihat rangkaian lokomotif seri CC206 yang juga beralan menuju arah yang berlawanan dengan kereta api Prambanan Ekspress yang artinya adalah akan terjadi persilangan pada petak ini. Maka secepat mungkin saya berusaha mencari engel yang tepat untuk dapat mengambil gambar yang cocok dan bagus. Dan saya memutuskan untuk mengambil gambar rangkaian kereta api Prambanan Ekspress terlebih dahulu dan kemudian kereta api Argo Dwipangga yang akan bersilangan.

             Dan alhamdulillha akhirnya berjalan sesuai rencana dimana saya berhasil mendapatkan kedua rangkaian kereta pai tersebut yang saling bersilangan tepat di PJL sebelah Timur Stasiun Rewulu. Dan setelah rangkaiak kereta api ini saya akan mengajak sobat semua untuk menikmati rangkaian kereta api pengangkut semen yang berjalan dari arah Barat menuju arah Timur. Dan seperti pada tradisi biasanya, foto hasil perburuan si ular besi bisa sobat lihat di akhir tulisan pada artikel ini. Semoga beberapa kumpulan gambar yang sederhana tersebut dapat mengobati kerinduan sobat semua yang belum sempat berburu ataupun naik dan melihat kereta api. Selamat menikmati beberapa forto sederhana ini:







             Semoga sedikit tulisan yang sederhana ini dapat memberikan informasi yang sobat butuhkan, dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada sobat semua yang telah berkenan untuk meluangkan waktunya guna mengunjungi Dipo Lokomotif Mojosari. Jangan lupa untuk tetap mengikuti saya pada tulisan yang akan hadir di artikel-artikel selanjutnya ya sobat sampai jumpa dan tetap semangat. Jaya Selalu Negeriku Indonesia dan Jaya Selalu Kereta Api Indonesia...!!!!