Kamis, 27 November 2014

10 dari 15 artikel = modifikasi kereta menjadi elektrifikasi

Elektrisasi Pada Kereta Api Mainan

  Dalam dunia miniatur kereta api kita akan dihadapkan dengan dua jenis tenaga yang digunakan untuk menggerakkan dinamo. Pertama ada yang enggunakan baterai, kereta api jenis ini pada umumnya sering kita jumapi di pasar atau toko-toko mainan dan pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam mainan anak-anak. Kereta api dengan jenis ini sangat mudah kita dapatkan selain karena muda mencarinya juga karena harganya yang relatif terjangkau oleh semua golongan masyarakat. Kedua adalah kereta api dengan penggerak listrik, kereta dengan jenis ini masih sangat jarang penggunanya, selain karena harganya yang masih relatif tinggi juga kereta jenis ini masih sulit didapatkan. Kita hanya dapat membelinya di tempat-tempat tertentu saja. Bagi sebagian pengguna kereta api yang menggunakan batrai mereka melakukan modifikasi yaitu dengan mengkonversi dari tenaga batrai menggunakan tenaga listrik dari PLN. Caranya dengan menyiapkan bahan-bahan sebagai berikut:
- Adaptor (dapat dibeli di toko peralatan elektronik)
- Kabel tembaga (mengambil dari isi kabel)
- Solder.
- LED.
- Kabel kecil untuk mainan.
- Seng.
- Lem Pengeras.


   Langkah pertama adalah dengan mengupas kabel dan mengambil tembaganya saja, setelah itu tembaga yang sudah terkupas kita susun dan rangkai di bagian kanan dan kiri dalam rel kereta api mainan yang terbuat dari pelastik dengan menggunakan lem pengeras ( perlu diingat agar permukaan kabel yang menghadap ke atas tidak terkena lem, agar lisrik dapat gtersalur dengan sempurna).
  Langkah Kedua, membuat alat pantograf di lokomotif kereta dengan menggunaakn potongan seng yang telah kita potong kecil (sesuaikan dengan kebutuhan jarak bawah lokomotif dengan kabel yang menempel di rel agar kereta dapat berjalan sempurna dan tidak goyang atau tersendat). Fungsi kerja alat ini sama seperti pantograf yang terdapat diatas KRL yaitu mengambil listrik dari kabel listrik datasnya.
  Langkah ketiga, mengabungkan adaptor dengan rel (kutub positif dan negatif terpisah).
  Langkah ke empat dengan memodifikasi rangkaian kereta api dengan variasi LED.











9 dari 15 artikel = miniatur rail king

Kereta Api Miniatur Rail King

Kereta api mainan miniatur dengan merek Rail King (RK) memiliki kelebihan antara lain:

  • Dapat menarik gerbong panjang dan stabil.
  • Roda dan rel dapat dikatakan lebih presisi dari pada merek Fenfa, sehingga jarang sekali anjlok saat menarik gerbong panjang.
  • Karena skalanya yang kecil, maka kereta mainan jenis ini dapat dimainkan dalam ruangan yang kecil pula karena tidak membutuhkan ruangan yang besar.
  • Dari segi harga dapat dikatakan cukup ekonomis dari pada merek yang lain dengna desain dan detail yang sudah dapat dikatakan cukup menarik.
  • Skala rel dan gaunge sudah masuk kedalam skala HO 1:87. Sehingga kereta model pun dapat berjalan diatasnya. (biasanya menggunakan loko dummy agung craft).
  • Selain itu saat berjalan kereta terliat lebih tenang dan stabil serta dapat mengeluarkan suara dari roda-roda gerbong yang berputar dan menambahkan kesan sangat kereta api sekali.


          Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan. Kekurangan dari kereta merek ini adalah, bagian depan loko terkesan ringan, oleh karenanya, lokomotif sering mengalami anjlok pada rioda bagian depan saat digunakan untuk menarik rangkaian gerbong yang panjang. Dapat dikatakan loko menjadi standing layaknya kuda jingkrak belum lagi di Indonesia belum ada yang menjual kereta merek ini dengan menggunakan wesel, sehingga kereta hanya dapat berputar-putar pada track yang sama. Kereta seperti ini dapat kita temukan di pasar atau pusat perbelanjaan dengan harga yang bervariasi.










8 dari 15 artikel = contoh miniatur

Kereta Api Miniatur Drive Sail

     Kereta api merek ini juga merupakan produk keluaran dari Train Force. Untuk skala dan gaunge (ukuran roda pada rel) sama persis dengan kereta api merek Fenfa Familiyar. Kelebihan dari kereta ini adalah harganya yang relatif cukup murah yaitu dapat kita dapatkan dengan harga kisaran 110.000,- hingga 120.000,- . Untuk sopesifikasi dan detail semuanya sama persisi dengan kereta merek Fenfa, hanya saja kereta dengan merek Train Force memiliki warna gelap pada bagian rodanya, (fenfa abu-abu). dan juga ukuran gerbong relatif lebih pendek dari kereta api jenis FF. Loko motif dapat mengeluarakan suara kereta api uap dan juga lampu yang menyala. Mengoprasikannya dengan menggunakan dua buah batrai AA.



7 dari 15 artikel = mengirim paket

Dokumentasi Paket Pengiriman

Dokumentasi dari pengiriman luar kota dalam masa revitalisasi armada baru Dipo Mojosari dari batrai ke listrik.





6 dari 15 artikel = modifikasi miniatur

Modifikasi Gerbong Kereta Fenfa

    Setelah berhasil menjual semua mainan kereta api sebelumnya, saya pun sedikit demi sedikit mulai beralih ke kereta api model. Karena beberapa aksesoris kereta api model masih tergolong cukup mahal di Indonesia, maka saya berinisiatif untuk melakukan kalaborasi dan penyesuian yang intinya bagaimana mendapatkan kesan kereta api model dari kereta api mainan biasa namun dengan biaya yang sangat murah. Hal ini saya lakukan dengan membeli rangkaian kereta api merek Fenfa Int'l yang mana ukuran gerbongnya cocok untuk kereta api model dengan skala HO atau 1:87. Untuk bogie saya mengambilnya dari merek Rail King. 
     Secara skala bodi kereta api FF (Fenfa) sudah masuk ke skala HO, namun untuk bogi dan gaunge masih terlalu besar. Sedangkan merek RK (Rail King) secara gaunge sudah masuk kedalam skala HO namun untuk ukuran bodi masih terlalu kecil. Maka dari itulah mengkalaborasi antara FF dan RK merupakan jalan terbaik untuk mendapatkan gerbong kereta model skala HO dengan harga yang terjangkau. Untuk membeli gerbong kereta model paling tidak kita harus merogoh kocek sebesar 115.000,- untuk gerbong barang dalam kondisi second. Namun dengan menggunakan metode ini hanya dengan modal 200.000,- kita bisa mendapatkan 3 rangkaian gerbong barang dalam kondisi baru. Yang mana tidak sedikitpun mengurangi performa kereta api saat melengak-lenggok di tracknya.



5 dari 15 artikel = i love a train

Cinta Kereta Api

           Entah sejak kapan pastinya saya menyukai kereta apipun saya juga tidak tahu, yang jelas sejak kecil saya sangat senang kalau diajak naik kereta api oleh bapak dan ibu saya. Kedua orang tua saya asli Mojokerto dan saat itu kami tinggal dan menetap di Kota Bekasi, sehingga setiap kali liburan sekolah khususnya lebaran saya sering melakukan mudik dengan kereta api. Saat neik kereta api saya mempunyai sensasi dan rasa sendiri berbeda dengan kendaraan lainnya seperti pesawat, kapal laut, atau bis. Saya bisa bilang kalau kereta pai itu memiliki karakter tersendiri, mempunyai jalan sendiri, jadwal sendiri, dan sering berjalan sendiri ditengah gelapnya malam menembus persawahan, bebatuan dan pepohonan yang rindang untuk mengantarkan para penumpang sampai di tujuannya. 

       Selain itu, setiap kereta api juga memiliki nama masing-masing yang membuatnya semakin tampak eksotis. Seperti Argo Bromo Anggrek, Biru Malam (BIMA), Taksaka, Parahiyangan, Jaya Baya. Semua nama pewayangan dan pegunungan menjadikan ular besi tersebut terlihat lebih gagah. Sampai saat ini pun saya masih sering menggunakan jasa layanan kereta api untuk perjalanan jauh. Sampai saat ini banyak sekali revitalisasi dan terobosan yang sudah dilakukan oleh PT KAI sehingga membuat perjalanan dengan kereta api menjadi lebih nikmat dan nyaman.

         Di waktu siang, kita dapat melihat pemandangan alam Indonesia yang indah dan hijau. Mulai dari dataran rendah, tinggi, tebing. Di waktu pagi hari kita juga disuguhkan dengan pemandangan beserta udara pagi yang khas daerah persawahan yang indah.

4 dari 15 artikel = miniatur 2

Kereta Api Pertama Dipo Mojosari

  Saya menyukai dan hobi sekali dengan kereta api mulai sejak kecil dulu, entah karena sering pulang kampung dengan menggunakan kereta api atau memang karena sering melihat kereta api. Yang jelas, saya sangat menyukai kereta api. Waktu SD dulu, kalau ada orang jual mainan di depan gerbang sekolah, saya selalu membeli mainan kereta api. Maka tidak heran saat kecil dulu saya memiliki banyak mainan kereta api yang terbuat dari plastik dan digerakkan secara manual menggunakan tangan (namanya juga anak kecil hehehe). Hobi itu terus berlanjut sampai sebelum pindah ke Mataram, saya membeli mainan kereta api pertama saya yang menggunakan batrai (ada kemajuan hehe...). Sampai di Matarampun saya masih memainkan kereta api yang saya beli di Bekasi sampai setelah lulus SD saya pindah sekolah ke Pulau Jawa.
Awal saya kembali mencintai kembali kereta api adalah saat saya duduk di bangku kuliah semester dua. Saya kembali sering melihat dan naik kereta api. Setiap kali membuat tugas di internet, saya luangkan waktu sejenak untuk melihat-lihat gambar kereta api. Kebetulan suatu ketika saya melihat ada yang menjual mainan kereta api, meskipun saya belum begitu mengenal dunia perkeretaapian model, saya memutuskan untuk membeli kereta api yang mesih menggunakan batrai. Meskipun tidak berbentuk kereta api Indonesia, saya sudah merasa cukup senang dapat melihat si ular besi berjalan mengelilingi kamar kos saya. 
  Kereta mainan pertama yang saya beli waktu itu adalah merek Fenfa. Pembelian dua dus pertama ini juga merupakan pengalaman pertama saya menggunakan jasa transaksi online. Meskipun sedikit ragu, karena sudah terlanjur ingin maka tetap saja saya lakukan. Dan keraguan itupun terbayar setelah selang dua hari paket dari Jakarta tiba di Malang.
 
 Kereta Pertama saya merek Fenfa